dermaga salah satu resort
Travelling

Surga Kecil di Berau, Derawan Maratua dan Kakaban

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki luas perairan yang lebih besar dari daratannya. Maka tak heran Indonesia memiliki banyak sekali pulau yang terbentang dari Sabang hingga Marauke. Mulai dari pulau kecil hingga pulau besar. Bahkan Indonesia juga terkenal dengan sebutan negeri seribu pulau. Dan setiap pulau memiliki ciri khas pesona keindahannya masing – masing. Thats why saya tak pernah bosan dan ingin menjelajahi pulau – pulau yang ada di Indonesia. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya saat meng-explore Pulau – Pulau Surga Kecil di Berau. So.. selamat menyimak.

Baca juga : Menikmati Pulau Pribadi di Temajo Bay Resort

Bandara Kalimarau

Saat tiba di Bandara Kalimarau Berau, mata saya sudah terarah pada walpaper dinding bandara. BIRU dan LAUT itu yang terlihat sepanjang mata memandang. Terdapat tourism corner yang menampilkan semua destinasi wisata di Kab. Berau. WAW.. sungguh menakjubkan, benar-benar surga kecil di Berau. Terlihat banyak pulau dan saya terfokuskan pada keindahan Pulau Derawan karena tujuan destinasi utama saya memang ingin menginjakkan kaki ke Pulau Derawan.

Akses

Setelah tiba di Kota Tanjung Redeb, Ibu Kota Kab. Berau, sebaiknya teman-teman mengatur itinerary terlebih dahulu karena untuk mencapai berbagai macam tempat wisata aksesnya lumayan jauh. Sekitar 2 bahkan hingga 8 jam dari pusat kota. Jadi supaya lebih efisiensi waktu dan biaya. Jika ini kali pertama bagi teman-teman yang ingin berwisata ke Berau, sebaiknya menggunakan jasa travel atau guide. Akses menuju wisata pulau di Berau akan dimulai dari Kota Tanjung Redeb bisa dilalui dengan 3 jalur yaitu :

Jalur 1 : Jalur Air (dari pelabuhan tepian Tanjung Redeb – Pulau Tujuan) ± 2,5 – 3 Jam
Jalur 2 : Melalui jalur darat (dari Tanjung Redeb – Tanjung Batu) ± 2,5 Jam, kemudian dilanjutkan dengan jalur air (Tanjung Batu – Pulau Tujuan) ± 30 – 60 menit.
Jalur 3 : Jalur Udara (Bandara Kalimarau – Bandara Maratua) ± 30 menit. Note : untuk saat ini jadwal terbangnya hanya 1 kali seminggu.

tulisan maratua di depan pantai

Pulau Maratua

Perjalanan saya menuju surga kecil di Berau dimulai ke Pulau Maratua. Ditempuh melalui jalur air dengan menggunakan transportasi umum Speed Boat dari Pelabuhan Tepian. Jarak tempuh ± 3 jam dengan biaya Rp 250.000,-/orang. Saat perjalanan anda akan menikmati pemandangan Sungai Segah. Banyak kapal-kapal yang lewat dan yang mendominan adalah lalu lintas kapal pengangkut Batu Bara. Ya karena memang Berau dikenal dengan Kota Penghasil Batu Bara. Kalau anda punya cukup biaya, anda bisa menyewa Speed Boat pribadi dengan kisaran harga ±7-8 juta. Maksimal bisa untuk 20 orang. Supaya lebih leluasa dan tidak berbaur dengan penumpang umum lainnya. Tapi jika anda hanya 1-5 orang, saya sarankan lebih baik menggunakan transportasi umum saja. Supaya lebih hemat, hehe.

Ketika sampai di Pulau Maratua, mata saya takjub pada keindahan alam sekitar dan air yang benar-benar jernih dan biru. Jarak antara Pulau Maratua dan Pulau Derawan tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 16,6 km. Nah seharian ini kami akan mengelilingi dan menikmati pulau Maratua karena besok kami akan berpindah ke Pulau Berikutnya.

pemandangan laut dan kapal penumpang
View di Pulau Maratua

Diantara pulau-pulau yang saya kunjungi kali ini (Maratua, Derawan, dan Kakaban), Pulau Maratua adalah pulau terbesar diantara ketiganya. Tetapi pemukiman penduduk yang jarang membuat pulau ini terkesan lebih sepi dibandingkan dengan Derawan. Jika teman-teman ke Berau bertujuan untuk Diving, maka Pulau Maratua memiliki spot diving yang lebih banyak dibandingkan dengan pulau lainnya. Banyak wisatawan lokal dan asing yang kesini memang bertujuan untuk Diving. Karena saya bukan seorang Diver maka saya mencoba untuk melakukan aktivitas lainnya saja.

Goa Halo Tabung (Goa Haji Mangku)

Spot pertama yang saya kunjungi di Pulau Maratua adalah Goa Halo Tabung yang dulu dikenal sebagai Goa Haji Mangku. Anda bisa menikmati sensasi melompat diketinggian lebih dari 5 meter dari atas tebing. Kedalaman air diperkirakan lebih dari 35 meter. Konon tak ada yang tau pasti berapa meter kedalaman Goa tersebut. Karena infonya semakin kebawah semakin sempit. Terletak di area yang tertutupi hutan kecil membuat suasana di Goa benar-benar sejuk dan tenang. Ada 2 cara menikmati Goa ini. Terjun dari atas tebing atau turun kebawah menyusuri batu-batu pada sisi dinding goa. Airnya sangat jernih, biru dan dingin, benar-benar dingin.

beberapa pengunjung terlihat sedang menuju ke dalam tebing
Goa Halo Tabung
masuk kedalam gua melalui tebing
Goa Halo Tabung

Danau Haji Buang

Selanjutnya kami dibawa oleh guide lokal ke Danau Haji Buang. Danau yang tenang dan sepi. Info dari Guide yang menemani perjalanan kami bahwa tidak semua wisatawan tau keberadaan Danau Haji Buang. Danau ini memang terlihat jarang terjamah. Karena suasana sekitar benar-benar masih alami.

pemandangan danau
Danau Haji Buang

Pantai Ombo Ombo

Menikmati liburan di Pulau tentunya tak lepas dari main air di Pantai. Ya kami tentu saja tak akan melewatkan bermain dan mandi di Pantai. Beruntungnya kami bisa dibawa ke Pantai Ombo Ombo. Pantai ini belum terbuka untuk umum. Mungkin untuk menjaga ke-alami-an dan infonya segera akan dibangun resort di Pantai ini. Hamparan pasir putih yang bersih dan ombak yang tenang membuat saya tak sabar untuk segera “nyemplung”. Saya benar-benar menikmati momen ini hingga sunset tiba… ya ritual wajib di Pantai dan Pulau bagi saya yaitu menungu “Sunset” dan “Sunrise”.

pantai ombo ombo
Pantai Ombo Ombo
sunset di pulau maratua
Sunset di Maratua

Pulau Kakaban

Pagi-pagi sekali saya dan rekan-rekan bangun, karena sudah tak sabar untuk meng-explore pulau selanjutnya… yaitu Pulau Kakaban dan Pulau Derawan. Dari Pulau Maratua kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kakaban terlebih dahulu. Pulau Kakaban bisa dibilang hanya pulau singgahan karena tidak terdapat pemukiman warga dan penginapan di tempat ini. Tetapi Pulau satu ini wajib untuk anda singgahi jika sedang berliburan ke Berau. Karena anda bisa merasakan sensasi mandi bersama ubur-ubur.

foto di dermaga dengan alat snorkeling
Pulau Kakaban

Mungkin anda pernah mengalami tersengat oleh ubur-ubur dan membuat anda merasa tidak nyaman. Nah anda tidak perlu khawatir karena spesies ubur-ubur di Pulau Kakaban tidak beracun dan tidak menyengat. Pokoknya sangat ramah terhadap manusia. Jadi sudah pasti aman dan bahkan anda bisa bermain hingga berfoto bersama ubur-ubur tersebut. Tapi ingat ya, jangan sampai merusak apalagi membunuh ubur-ubur dan ekosistem yang ada disana. Ubur-ubur tersebut berada di dalam danau. Danau Kakaban namanya. Ya danau tersebut terletak di dalam Pulau Kakaban. Anda tinggal menaiki anak tangga dari kayu untuk sampai ke Danau tersebut.

mandi bersama ubur ubur
Ubur Ubur di Danau Kakaban

Selain berenang bersama Ubur Ubur, anda juga bisa snorkeling di area Pulau Kakaban. Terdapat banyak spot snorkeling yang sangat indah pastinya. Berbagai macam spesies ikan dan lainnya bisa anda temui disana. Serta terumbu karang yang masih terjaga. Saking asiknya berenang bersama ubur ubur dan snorkeling di sekitaran Pulau Kakaban membuat saya lupa waktu. Hingga akhirnya teman saya mengingatkan untuk segera naik ke boat melanjutkan ke tujuan berikutnya.

snorkeling di pulau kakaban
Snorkeling di Pulau Kakaban

Pulau Derawan

Yup,, finally tak lama lagi saya akan bertemu dengan Pulau Derawan. Pulau yang sudah sangat lama saya nantikan. Pulau yang sudah sejak lama saya idamkan. Terkendala jarak, waktu, dan biaya membuat seakan hanya angan-angan untuk bisa ke Pulau ini. Ya biaya yang menurut saya juga “tidak murah” untuk bisa ke Pulau Derawan dari kota saya berada di Kota Pontianak.

a boy on boat to island
Pulau Derawan

Perjalanan dari Pulau Kakaban menuju Pulau Derawan ± 1 jam. Sepanjang perjalanan anda akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan laut yang sungguh sangat indah nan mempesona. Percayalah pemandangan yang sungguh sulit untuk anda lupakan.

pulau derawan
Pulau Derawan

Akhirnya kami pun tiba di Pulau Derawan. Semakin dekat dengan dermaga maka saya seolah-olah semakin terhipnotis dengan laut yang amat biru dan jernih. Terlihat dengan jelas penyu yang sedang berenang santai. Sungguh pemandangan yang jarang saya lihat dan memang itu pertama kalinya saya melihat penyu secara langsung. Barisan resort-resort mulai terlihat jelas. Berbeda sekali dengan Pulau Maratua, disini meskipun kecil tetapi tampak lebih padat dan dekat dengan perkampungan.

Begitu sampai kami sibuk dengan HP dan kamera masing-masing. Mengabadikan momen indah di tempat ini. Mumpung hari belum terlalu gelap kami semua langsung berjalan keliling pulau yang melewati perkampungan rumah-rumah warga sekitar. Terdapat banyak sekali warung jadi jangan khawatir bagi Anda yang membawa sedikit perbekalan makanan dan minuman di pulau ini. Oh ya, disana terdapat banyak warung yang menjual oleh-oleh. Mulai dari Kaos, Aksesoris, makanan, dan lain-lain.

pantai di pulau derawan
Pantai di Pulau Derawan
dermaga salah satu resort
Dermaga Salah Satu Resort di Derawan

Selain resort disini juga terdapat banyak homestay. Jadi tergantung pilihan anda ingin menginap dimana. Info dari teman saya bahwa jika hari libur, homestay dan resort-resort yang ada di Pulau Derawan tidak bisa menampung semua para wisatawan. Maka tak heran saat musim libur anda akan melihat sebagian orang tidur di dermaga hingga di sekitaran pantai.

Snorkeling menjadi aktivitas saya di Pulau ini. Hampir seluruh waktu saya habiskan untuk snorkeling selama berada di Pulau Derawan. Hingga tibalah waktu esok dan saatnya saya pamit melepas waktu liburan saya kali ini. Pulau Derawan sebagai penutup dari perjalanan saya berwisata pulau di Kab. Berau. Sebenarnya masih banyak pulau disekitaran Pulau Derawan yang masih bisa di explore. Hanya saja karena terbatasnya waktu saya memutuskan hanya berkunjung ke 3 pulau saja. Perjalanan pulang saya tempuh dari derawan menuju Tanjung Batu, untuk menikmati perjalanan darat dari Tanjung Batu ke Tanjung Redeb, pusat kota Berau.

Itulah cerita perjalanan singkat saya meng-exlplore surga kecil di Berau. Selain Pulau terdapat juga destinasi wisata lainnya di Kab. Berau yang nanti akan saya tulis juga. Semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi bagi anda yang ingin meng-explore Berau.

Salam Pesona Indonesia,
Adam Akbar