patung kuching di dekat waterfront
Travelling

3 hari 2 malam di Kuching : Keluar Negeri Pertama Kali

Kucing yang merupakan Ibu Kota Serawak, Malaysia menjadi salah satu tempat tujuan wisata terutama para wisatawan dari Indonesia. Berada disatu daratan dengan Pulau Kalimantan tentunya akses untuk menuju ke Kuching sangatlah mudah, khususnya bagi masyarakat di Kalimantan Barat. Tak ketinggalan saya pun yang saat ini tengah bekerja di Singkawang, Kalimantan Barat ingin menapaki Kuching Serawak, Malaysia. Sebenarnya keinginan itu sudah sejak lama, akan tetapi karena terkendala belum memiliki paspor maka niat tersebut masih angan-angan belaka hingga akhirnya saya pun memutuskan untuk membuat paspor. Awalnya saya berat sekali untuk membuat paspor karena saya pikir sangat ribet dan betapa kagetnya saya ternyata membuat paspor tidak sesulit dan seribet yang saya bayangkan. Akhirnya paspor sudah saya miliki, dan Kuching adalah tujuan utama saya. Berikut saya ceritakan pengalaman pertama kali saya 3 hari 2 malam di Kuching.

Baca juga : Surga Kecil di Berau, Derawan Maratua dan Kakaban

tulisan kuching di waterfront

Day 1

Perjalanan Singkawang – Kuching

Perjalanan Singkawang – Kuching saya lalui dengan menggunakan taksi yang membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam melalui Aruk, Sambas. Biaya Taksi tersebut Rp 350.000,- langsung dijemput dan diantar ke tempat tujuan. Sebelum memasuki PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Aruk, taksi yang saya tumpangi berhenti untuk beristirahat di salah satu tempat makan yang berada di Aruk, Warung Simpang. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan tibalah di PLBN Aruk. Sebelum memasuki Negara Malaysia anda harus Cop Paspor terlebih dahulu di Imigrasi Indonesia dan Imigrasi Malaysia yang ada di perbatasan.

PLBN Aruk
PLBN Aruk
Old Courthouse
Old Courthouse
Jalan Main Bazaar
Main Bazaar
Fort Margherita
Fort Margherita

Check in Hotel

Begitu tiba di Kuching kami langsung diantar menuju hotel. Hotel yang kami tempati berada di daerah Water Front. Atmosfer disana kurang lebih sama seperti di Indonesia. Bentuk bangunan dan bahkan sarana transportasi tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja perbedaan yang menonjol disana lebih tertib dan rapi, sepanjang jalan raya tanpa saya sadari tidak satupun terdengar kendaraan yang membunyikan klakson karena menurut orang disana membunyikan klaskon adalah hal yang tabuh untuk dilakukan.

sofa di tune waterfront hotel
Tune Waterfront Kuching

Menikmati Water Front

Water Front merupakan salah satu tujuan wisata di Kuching. Disana terdapat para penjual makanan, minuman, dan oleh-oleh. Terlihat banyak turis asing disana. Harga makanan juga tidak terlalu mahal, masih standar kurang lebih sama seperti di Indonesia. Semakin malam tempat ini semakin ramai. Darul Hana Bridge, jembatan penghubung dari Water Front menuju ke Astana dan Dewan Undangan Negeri Sarawak. Saat malam bangunan dan jembatan tersebut berlampu warna warni dan terdapat pertunjukkan air mancur dipadukan dengan lampu yang diiringi musik. Saya dan Multi menikmati malam disana hingga larut dan kembali ke Hotel.

Water Front Siang
Water Front Siang
Water Front Malam
Water Front Malam
Darul Hana Bridge Siang
Darul Hana Bridge Siang
Darul Hana Bridge Malam
Darul Hana Bridge Malam
Dewan Undangan Negeri Sarawak Siang
Dewan Undangan Negeri Sarawak Siang
Dewan Undangan Negeri Sarawak Malam
Dewan Undangan Negeri Sarawak Malam

Baca juga : Menikmati Pulau Pribadi di Temajo Bay Resort

DAY 2

Sarapan di Indian Street

Pagi-pagi sekali kami bangun dan segera menuju ke tempat sarapan. Multi mengajak saya sarapan di Indian Street, katanya roti cane disana sangat enak. Saya lupa nama tempatnya, tapi sangat mudah kok ditemukan. Selain roti cane mereka juga menjual mie kari, wajib di coba. Awalnya saya sedikit heran, kenapa tempat ini dinamakan Indian Street karena pedagang disini tidak hanya orang India dan barang dagangannya sangat universal, namun Multi menjelaskan dahulu semua pedagang ditempat ini adalah orang-orang India. Mungkin karena berjalannya waktu beberapa pedagang asli India mulai pindah atau menjual kiosnya kepada orang lain.

Roti Cane
Roti Cane
Pasar di Indian Street
Indian Street

Cat Museum

Setelah sarapan dan mengobrol banyak hal, kami melanjukan ke tujuan berikutnya. Cat Museum, sebagai pecinta kucing saya sangat antusias dan penasaran ingin melihat apa saja yang ada di sana. Terdapat lukisan, patung, souvenir, dan barang-barang lain yang pastinya berhubungan dengan Kucing.

Cat Museum
Cat Museum

Wisata Belanja Mall (Spring dan Vivacity Megamall)

Kami menghabiskan waktu hingga malam untuk berjalan-jalan di Mall, makan, nonton dan belanja. Overall kedua mall ini sangat nyaman dan gampang diakses, sangat dekat dengan pusat kota. Jika dibandingkan saya lebih memilih Vivacity Megamall daripada Spring mungkin karena lebih besar dan ramai menurut saya. Setelah puas seharian di Mall kami pun pulang ke Hotel dan sebelum pulang kami menyempatkan diri kembali menikmati malam di Water Front mengingat ini adalah malam terakhir di Kuching.

DAY 3

Dan tibalah saatnya kami untuk kembali ke Singkawang. Menuju ke Singkawang kami menggunakan transportasi yang sama yaitu dengan menggunakan Taksi.

Tonton Video 3 hari 2 malam di Kuching : Keluar Negeri Pertama Kali disini

Jadi… itulah cerita saya 3 hari 2 malam di Kuching. Overall menurut saya Kuching sangat enak untuk dinikmati. Akses kemana-mana sangat gampang dan tersedia Grab bagi anda pecinta taksi online. Fasilitas kotanya juga enak dan ramah lingkungan. Nanti saya pasti akan kembali lagi ke Kota ini karena masih ada beberapa tempat yang harus saya explore.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *